Jurnalisnusantara.com | Jakarta. – Saat pengarahan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan pada kegiatan acara Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebon Baru dan Bukit Duri di Masjid Nurul Haq Jl. Asem Baris Raya No. 37 Kebon Baru Jakarta Selatan Sabtu (18/07/26), ada yang membuat para hadirin menjadi tersentak dan terkejut.
Tersentak dan terkejut ini terjadi ketika Ustadz Abdurrahman Wahid M.Pd (Gus Dur) yang juga sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan mengatakan pada saat memberikan arahannya di kegiatan acara tersebut, bahwa Ternyata Muhammadiyah Telah Musyrik.
“Musyrik yang dimaksudkan disini bukan dalam pengertian telah menyekutukan/Syirik kepada Allah SWT dengan yang lainnya, namun pengertian Musyrik disini adalah, dalam artian secara istilah bahasa Arab yakni, bersekutu, berserikat (Bersyarikat) atau bersama-sama dalam memperjuangkan dakwah Islam yang Berkemajuan,” terang Gus Dur.
“Hal ini terlihat saat kita membaca Surat Al-Ashr, dimana arti dari sebagian ayat dalam Surat tersebut ada kata-kata Saling Ingat Mengingatkan yang bermakna bersama-sama bukan sendiri-sendiri,” jelas Gus Dur.
“Makanya tak heran kalau Pendiri Muhammadiyah yaitu, KH. Ahmad Dahlan salain menggunakan Surat Al-Ma’un, sering pula menggunakan Surat Al-Asr sebagai rujukan dalam perjuangan dakwahnya agar Saling Ingat Mengingatkan dalam Kebenaran dan Kesabaran,” pungkas Ustadz Abdurrahman Wahid, M.Pd. (Man)
