Jurnalisnusantara.com | Jakarta. – Pendekatan dakwah konvensional dinilai perlu mendapatkan sentuhan inovasi dan penyegaran agar tetap relevan dengan gaya hidup masyarakat modern. Gagasan segar ini mengemuka secara kuat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya (LSB) PP Muhammadiyah yang digelar di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, hari ini.
Pembicara utama dalam forum tersebut, Dr. Suryati, M.Hum, secara spesifik menyoroti potensi besar seni musik sebagai salah satu pilar utama dalam strategi dakwah yang berkualitas. Menurut pandangannya, musik memiliki kekuatan universal yang luar biasa karena mampu melintasi batas usia, gender, hingga latar belakang sosial ekonomi. Hal inilah yang membuat musik menjadi instrumen yang sangat efektif jika dijadikan sebagai media syiar Islam.
“Musik jangan hanya dipandang sebagai hiburan semata yang konsumtif, melainkan harus kita posisikan sebagai alternatif hiburan sehat yang bermuatan nilai moral yang tinggi. Karakteristik musik yang ritmis dan harmonis membuat pesan-pesan dakwah yang disisipkan di dalamnya menjadi jauh lebih mudah diingat, dicerna, dan akhirnya membekas di dalam hati masyarakat,” jelas Dr. Suryati.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pemanfaatan musik dalam koridor dakwah bukan berarti mendegradasi atau merendahkan kesucian nilai-nilai agama. Sebaliknya, langkah ini justru mengemas pesan-pesan ketuhanan, perdamaian, dan kemanusiaan ke dalam wadah yang lebih populer, estetik, dan mudah didekati oleh generasi muda saat ini yang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk mengonsumsi konten-konten audio visual di media sosial. (Khoerul Umam)
