Jurnalisnusantara.com | Depok. – Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF) adalah lembaga Independen yang memiliki tugas melakukan penyensoran film dan iklan film sebelum diedarkan dan/atau dipertinjukan kepada khalayak umum. Pasal 61 UU No 33 th 2009 tentang perfilman mengamanatkan LSF untuk (1) Memasyarakatkan penggolongan usia penonton film dan kriteria sensor film. (2) membantu masyarakat agar dapat memilih dan menikmati pertunjukan film yang bermutu serta memahami pengaruh film dan iklan film. (3) mensosialisasikan secara intensif pedoman dan kriteria sensor kepada pembuat dan pemilik film agar dapat menghasilkan film yang bermutu.
Terkait dengan tugas tersebut, LSF melaksanakan kegiatan ” Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (LGNBSM) dan Nonton Bareng (Nobar) Film Nasional yang berjudul ” Takkan Kubiarkan Kau Menangis” di Studio 7 Bioskop CGV Depok Mall, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat Selasa, (22/07/26).
Adapun penonton yang turut hadir memenuhi bangku undangan antara lain berasal dari, KPAD Kota Depok, Komunitas film Dosen dan Kampus, Komunitas film Pelajar dan Sekolah, Komunitas Lembaga Kesejahteraan Sosial, Lembaga Seni dan Budaya PP Muhammadiyah, Komunitas Film Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan, Komunitas film Sawangan, Komunitas Film Mahasiswa dan Wartawan media Cetak, Elektronik, Online dan Radio.
Sesaat sebelum film diputar, Wakil Ketua LSF Noorca M. Masardi mengatakan bahwa, Lembaga ini adalah mata dan telinganya Presiden, sehingga harus memahami pengaruh film dan iklan film.
“Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk sensor film paling lama hari 3 hari dan untuk menonton film yang sesungguhnya adalah dibioskop” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Perfilman Infonesia (BPI) Fauzan Zidni mengatakan, Tontonlah Film Sesuai dengan Usia, Tontonlah Film yang Legal dan Tontonlah Film Indonesia.
“Fungsi dari BPI adalah Coregulasi masing-masing ke Produser dan ke Penonton. Dengan menonton film Indonesia diharapkan akan menghidupkan kembali perfilman Indonesia, sekaligus menghidupkan pula industri Bioskopnya,” ujarnya.
Dan menjelang film tersebut akan segera diputar, Ferly Halim selaku Produser Film dari “Takkan Kubiarkan Kau Menangis” berpesan kepada para penonton untuk mempersiapkan tissu atau sapu tangan, sebab dalam tayangan filmnya nanti akan menjumpai adegan sedih, yakni konflik antara seorang Ibu dengan Anaknya. (Wan)
