May 13, 2026

Jurnalisnusantara.com | Jakarta. – Disambut dengan penerima tamu yang rerata dominan berbusana bernuansa Betawi, kegiatan acara 70 tahun Edy Sukardi (Abah ESu) Tuan Guru Dari Tanah Betawi digelar di Auditorium Ahmad Dahlan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Ptof. Dr. Hamka (Uhamka) Jl. Tanah Merdeka No.2 Kampung Rambutan Jakarta Timur Senin, (11/05/26).

Terlihat hadir memenuhi undangan Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag, yang juga sebagai Ketua UMKM, Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta Dr. H. Akhmad Abubakar, S.E, M.M, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-DKI Jakarta, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiayah (PCM) se-Jakarta Selatan, Keluarga Besar H. Edy Sukardi, M.Pd serta Sahabat-sahabatnya.

Ketua Panitia acara 70 tahun Abah ESu, Dr. Gufron Amirullah, M.Pd, dalam kata sambutannya mengucapkan terima-kasih kepada Uhamka atas diberikannya tempat untuk menyelenggaran kegiatan acara ini, begitu juga ucapan terima-kasih kepada PCM Kebayoran Baru dan Perguruan Setia Budi Pamulang atas dukungannya, serta ucapan terima-kasih pula kepada Universitas Bogor Raya (Umbara) atas Suportnya.

Buya Dr. H. Anwar Abbas dalam penyampaian kesan-kesannya tentang Abah Edy (ESu) mengatakan, “Abah Edy bisa hebat karena mempunyai Istri Orang Padang, sebab dengan punya Istri Orang Padang maka ia akan menekan Suaminya, sehingga prestasi Suaminya pun akan meningkat”

“Begitu pula dengan yang kedua, ketika Abah menikah lagi dengan Orang Padang, oleh karena Istrinya yang pertama telah dipanggil, prestasinya juga meningkat,” tutur Buya Anwar dengan tersenyum sambil melirik ke Abah Edy.

Sedangkan Kesan-kesan dari Ketua PWM DKI Jakarta tentang Abah Edy berawal sa’at masih Kuliah di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah (kini Uhamka), waktu itu Abah Edy menjadi Ketua Senat Mahasiswa yang mengurusi Plonco (Pengenalan Kampus) Mahasiswa Baru, sedangkan Ketua PWM DKI yang jadi Mahasiswa barunya.

“Ada yang tidak berubah dari beliau semenjak sama-sama kuliah di IKIP Muhammadiyah Jakarta (Uhamka) hingga sa’at ini yakni, Beliau kalau bicara tenang dan tidak banyak bicara, Beliau menjadi tempat bertanya dan satu lagi yang tak pernah hilang Beliau itu murah senyum,” tutup Dr. H. Akhmad Abubakar, S.E, M.M. (Man)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!