April 16, 2026

Jurnalisnusantara.com | Jakarta. – Mendapat julukan sebagai Zamrudnya Khatilistiwa, Indonesia sangat terkenal akan keindahan alamnya, ribuan pulau terbentang luas dari Sabang hingga Merouke disertai dengan keberagaman budayanya yang ada.

Namun, dibalik keindahan alam dan keberagaman budaya yang harus di syukuri tersebut, ada sesuatu yang perlu dan patut untuk diperhatikan, yakni Negeri ini berada di 3 Lempengan atau Patahan yang rawan akan terjadinya bencana Gempa.

Menyikapi hal yang demikian, dalam rangka mengadapi musibah bencana Gempa yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, Muhammadiyah Disarter Management Center (MDMC) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru Jakarta Selatan mengadakan Pelatihan Fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Gedung Muhammadiyah Civilization Centre (MCC), Komplek Perguruan PCM Kebayoran Baru Sabtu, (04/04/26).

Acara yang diselenggarakan oleh MDMC PCM Kebayoran Baru ini diikuti oleh lebih dari 30 Orang peserta utusan, yang berasal dari beberapa unsur, yakni dari unsur Majelis atau Lembaga, Ortom, Ranting, Sekolah, dan Rumah Sakit yang berada dibawah naungan PCM Kebayoran Baru.

Ketua MDMC Kebayoran Baru Firdaus, S.E, dalam kata sambutannya mengatakan bahwa,
Acara pelatihan ini merupakan salahsatu wujud dan bentuk tanggap dari kepedulian serta kesiapsiagaan MDMC Kwbayoran Baru jika terjadi bencana gempa yang tidak dapat di duga kapan terjadinya, sekaligus juga membentuk Duta-duta Bencana yang berasal dari beberapa unsur terkait dibawah naungan PCM Kebayoran Baru tersebut.

Ahmad Said Matondang, M.Sy, E, selaku Ketua PCM Kebayoran Baru dalam kata sambutannya mengatakan, di Muhammadiyah ada yang namanya Fiqih Kebencanaan, ada bencana yang berasal dari Alam dan ada bencana yang berasal dari Manusia, oleh karena itu kita harus punya ilmu dan harus punya pula pengetahuan tentang langkah apa selanjutnya yang harus dilakukan, sehingga pelatihan ini menjadi salahsatu solusi yang dibutuhkan.

“Dalam Hadits Qudsy Allah SWT mengatakan, carilah Allah disetiap ada bencana, sebab saat kita menolong dan membantu Orang yang sedang dalam kesusahan, maka kita akan berjumpa dengan Allah, karena sebaik-baiknya manusia adalah, manusia yang bermanfaat bagi Orang lain,” tuturnya.

Pemberi pelatihan ini berasal dari Direktorat Bina Potensi Badan Sar Nasional (Basarnas), yang mengajari tentang bagaimana Mitigasi Bencana minimal untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain agar tetap survive.

Adapun SPAB ini merupakan salahsatu persiapan dalam rangka menghadapi ancaman bencana, karenanya makin sedikit korban, maka makin baik pula pelaksanannya, demikian pula sebaliknya.

Kegiatan pelatihan ini ditutup dengan praktik, yakni dengan raungan bunyi Serine yang langsung ditindaklanjuti oleh para peserta untuk mencari tempat perlindungan dibawah meja serta ditempat yang lainnya, seraya menunggu Serine itu berhenti berbunyi sekaligus menolong orang lain sekiranya ada orang yang jadi korban, lalu berjalanlah para peserta pelatihan tersebut umtuk melewati jalur evakuasi yang telah ditentukan dengan tenang secara beriringan menuju tempat titik kumpul yang aman. (Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!