Jurnalisnusantara.com | Jakarta. – Ditengah konflik yang makin memanas antara Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran yang saling menyerang dan membalas dengan menggunakan senjata, mengakibatkan terjadinya dampak yang sangat buruk bagi perekonomian dunia.
Apalagi ditambah pula dengan ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran bagi Kapal-kapal Tanker yang akan lewat menyebabkan terjadinya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat tinggi dipasaran dunia.
Namun, dunia dibuat tercengang, bagaimana mungkin Iran yang sudah diblokade secara ekonomi oleh dunia selama lebih dari 40 tahun masih bisa bertahan dan Survive, bahkan masih pula bisa membalas gempuran senjata dari Amerika dan Israel tersebut dengan mengirimkan Rudal dan Dronenya ciptaannya.
Menyikapi hal yang demikian, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan Dr. H. Edy Sukardi, M.P.d, dalam Taushiyahnya saat menghadiri Silaturahim (Halal Bi Halal) di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru Jakarta Selatan Senin, (30/03/26) mengatakan bahwa ada 6 Kekuatan Paripurna, yang dapat membuat suatu Negeri atau Organisasi itu menjadi Survive.
“Yang Pertama adalah, Akidahnya yang kuat, kalau Iman atau Akidahnya kuat, maka yakinlah kalau nanti Allah yang akan membantu, macam pohon yang akarnya kuat menghujam bumi, bumipun akan menghidupinya, batangnya pun akan menjadi kokoh, sehingga nantinya pohon itu akan berbuah,” tutur Abah Edy.
“Yang Kedua adalah, Akhlakul Karimahnya yang kuat, macam Akhlaknya Nabi Muhammad SAW, yang seperti Alquran, dimana tidak cacat Akhlaknya, sehingga Orang-orang pada percaya kepadanya, sekalipun mereka itu berbeda keyakinan,” lanjutnya.
“Yang Ketiga adalah, Ilmunya harus Kuat dan Mumpuni, sesuai dengan kebutuhan yang kekinian, sehingga dapat menjawab apa yang di butuhkan oleh perkembangan dan tantangan jaman,” tambahnya.
Adapun Yang Ke-Empat menurut Ketua PDM Jakarta Selatan ini adalah, Kekuatan dibidang Ekonomi dan Keuangan, sehingga bisa menghidupkan Negeri atau Organisasi tersebut dengan finansial yang cukup, tentunya harus pula dibarengi dengan Tata Kelola keuangan yang transparan.
“Sedangkan Yang Kelima adalah, Kuat dalam persaudaraan, selama masih sama-sama Muslim itu bersaudara, terlepas dari Ormas dan Alirannya, Karena belum sempurna Iman seseorang, apabila belum mencintai saudaranya sendiri,” kutip H. Edy pada sebuah Hadits Nabi.
“Dan Yang Ke-Enam atau yang terakhir adalah, Kuat dalam berjihad, tidak takut akan kematian, untuk membangun Negeri atau Organisasi dengan sungguh-sungguh, percaya dan yakin kalau nanti pasti ada yang akan meneruskan atau melanjutkan perjuangannya,” pungkas Dr. H. Edy Sukardi, M.P.d. seraya menutup Taushiyahnya. (Wan)
