September 10, 2026
IMG 20260823 WA0033

Jurnalisnusantara.com | Jakarta. — Di tengah gempuran trend modernisasi dan pesatnya era digital, semangat melestarikan warisan luhur bangsa terus menyala di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Melalui Pelatihan Dalang Cilik, Anak-anak diajak mengenal sekaligus mempraktikkan seni pertunjukan wayang kulit yang kaya akan nilai filosofi. Kegiatan edukatif ini hadir sebagai benteng pertahanan budaya agar generasi muda tidak kehilangan akar identitas bangsanya di tengah arus globalisasi.

Program ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kolaborasi strategis ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam merawat kebudayaan nasional melalui investasi pendidikan serta regenerasi pelaku seni. Pendanaan dari LPDP memungkinkan tersedianya fasilitas pelatihan yang memadai, sarana wayang yang lengkap, hingga pelatih profesional bagi para peserta.

Para peserta, yang salah satunya berasal dari Li-bend School Muhammadiyah Kebayoran Baru serta sekolah-sekolah di sekitarnya, tampil penuh semangat. Mereka belajar teknik dasar mendalang, mulai dari memainkan karakter wayang (sabetan), melantunkan suluk, hingga memahami jalan cerita yang sarat pesan moral.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari tokoh pendidikan dan kebudayaan setempat. Perwakilan panitia dan pengamat budaya, Khoerul Umam, menegaskan pentingnya wadah ini bagi Anak-anak. “Pelatihan ini bukan sekadar mengajar teknik mendalang, tetapi menanamkan karakter dan kecintaan mendalam terhadap warisan leluhur sejak dini,” ujar Khoerul Umam.

Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru, Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy. Beliau menekankan bahwa, pendidikan karakter berbasis budaya sangat sejalan dengan visi nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah. “Kami sangat mendukung penuh keterlibatan siswa Li-bend School Muhammadiyah. Ini membuktikan bahwa sekolah berbasis modern tetap bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi Nusantara,” ungkap Ahmad Said.

Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan generasi pengawal seni tradisi yang berkarakter dan bangga akan budayanya.

error: Content is protected !!