June 13, 2024

Jurnalisnusantara.com | Jakarta. – ‘Setiap yang Berjiwa Pasti akan Mengalami Kematian’ ini merupakan salah satu firman Allah SWT tentang kematian yang ada dalam Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 57 yang menerangkan tentang masalah kematian.

Kematian akan dialami oleh siapapun yang bernyawa. Momen ini tidak bisa dihindari, ditunda atau bahkan diprediksi kapan datangnya. Allah SWT memiliki hak prerogatif atas kematian makhluknya.

Hal ini menegaskan bahwa kematian menjadi titik akhir kehidupan di dunia. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim untuk berbuat baik selama masih hidup didunia ini.

Selain kita harus mempersiapkan diri dalam menghadapi kematian dengan mempersiapkan amal baik yang kelak akan dibawa nanti, kita pun harus mau mempersiapkan diri untuk mengurusi orang mati.

Menyikapi hal demikian, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru mengadakan Pelatihan Pemulasaran dan Perawatan Jenazah untuk yang kali ketiganya di SMP Muhammadiyah 9 Jl. Jalan Limau III, Kebayoran Baru Jakarta Selatan Jum’at, (17/05/24).

Pelatihan lanjutan Pemulasaran dan Perawatan Jenazah yang ketiga kalinya ini untuk membentuk tim petugas santunan duka yang siap dimasing-masing Ranting, sehingga bilamana nanti ada kematian diwilayah Ranting maka, tidak harus diurus oleh Cabang.

Hal ini memang sudah diprogramkan oleh H. Imam selaku ketua Santunan duka Husnul Khotimah masa bakti 2022 – 2027, saat memberikan kata sambutannya dalam pelatihan Pemulasaran dan Perawatan Jenazah yang pertama sebelumnya.

Pelatih Pemulasaran dan Perawatan Jenazah yang ketiga ìnì tetap dibimbing dan dilatih oleh Ustadz Syakir yang sudah banyak pengalaman di berbagai tempat, dan Ustadz Syakir juga sekaligus merangkap sebagai praktisi disela-sela tugasnya sebagai guru, mengingat pemulasaran jenazah ini berkaitan erat dengan hukum Fardu Kifayah.

Sementara itu, dalam pemaparannya Ustadz Syakir mengatakan bahwa, sebaiknya untuk yang memandikan jenazah ini adalah dari keluarganya sendiri, dimana ada hal-hal tertentu dari jenazah yang harus ditutupi dan tidak boleh diketahui oleh orang lain, namun oleh karena ini berkaitan dengan persoalan mental maka, bisa diwakili oleh orang lain.

“Pelatihan Pemulasaran dan Perawatan Jenazah yang ketiga ini diikuti oleh 10 orang peserta, sedangkan tujuan yang diinginkan dari pelatihan ini adalah Terbentuknya tim Pemularan yang Solid, yang bisa membantu umat dalam hal Pemulasaran Jenazah diwilayah Ranting masing-masing,” tutup Saiful selaku Ketua dari MPKS Kebayoran Baru.
(Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!