June 13, 2024

Jurnalinusantara.com | Jakarta. – Keluarga besar Pimpinan Daerah Muhammdiyah (PDM) Jakarta Selatan mengadakan acara Silaturahim Idul Fitri 1445 H, di Hall Lapangan SMK Muhammadiyah 9 Perguruan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Lama Jl. Panjang No. 30 C-7 Cipulir Rabu, (01/05/24).

Selain dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang dan Ortom Se-Jakarta Selatan, acara Silaturahim ini juga dihadiri pula oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag.

Dalam tausiyahnya, Dr. Anwar Abbas mengajak kita untuk segera kembali kepada Alquran dan Sunnah, sebab saat ini banyak sekali Rumah tangga yang jadi berantakan, bahkan terjadi perceraian dikarenakan meninggalkan Alquran dan Sunnah.

Apalagi, lanjut Anwar Abbas sekarang ini dalam kehidupan di masyarakat banyak orang yang menganut faham Materialistik, dimana banyak pula orang yang menjadi Hedonis.

“Oleh karena itu kita harus menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka dengan cara mewujudkan keluarga yang Sakinah, lewat gerakan Muhammadiyah,” ujar Anwar Abbas.

“Adapun cara yang Pertama adalah, menegakkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dan yang Kedua adalah, menjadikan gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid atau pembaharuan yang selalu
mengikuti perkembangan jaman,” jelas Anwar Abbas.

“Sedangkan yang Ketiga adalah, gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Amar Ma’ruf nahi Munkar. Dan yang terakhir atau yang Keempat adalah, Muhammadiyah sebagai gerakan keilmuan yang mengamalkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan,”terang Anwar Abbas.

Terkait mengapa Muhammadiyah tidak bisa mengendalikan Pemerintah, Anwar Abbas mengatakan bahwa, karena selama ini Muhammadiyah tidak menguasai Ekonomi dan Bisnis di Indonesia, sehingga tidak bisa mempengaruhi pemegang kekuasaan yang ada.

“Untuk itu, Muhammadiyah harus belajar dari Alam yang terkambang, katanya warga Muhammadiyah adalah kumpulan orang Cendikiawan yang Cerdik Pandai,” ucap Anwar Abbas.

“Oleh sebab itu, kita tidak harus belajar jauh-jauh kenegeri Cina, namun cukuplah kita belajar saja dari warga keturunan Cina yang ada di Indonesia,” tambahnya.

“Ternyata, ada Empat rahasia mengapa mereka warga ketururan Cina bisa menguasai Ekonomi dan Bisnis di Indonesia, ungkap Anwar Abbas.

“Yang Pertama, warga keturunan Cina gemar sekali menabung untuk memajukan usahanya, sedangkan yang kedua, pada saat memulai usahanya mereka tidak melibatkan perbankan,” ujar Anwar Abbas.

“Selanjutnya untuk yang Ketiga, warga keturunan Cina itu sederhana dan tidak suka bermewah- mewahan. Dan yang Keempat, jika produknya bisa dijual murah mengapa pula harus dijual mahal,” terang Anwar Abbas.

“Kesimpulannya, ternyata Umat Islam Indonesia dalam hal ini Pribumi, tidak membawa Ilmu pengetahuan kedalam kehidupannya,” tegas Anwar Abbas. (Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!